Growthmates, kekayaan tidak selalu berawal dari modal besar. Bagi investor legendaris Warren Buffett, salah satu fondasi penting dalam membangun kekayaan justru berasal dari kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak kecil, yakni menabung secara rutin dan belajar mengelola uang dengan bijak.
Prinsip tersebut telah membentuk cara Buffett memandang uang jauh sebelum namanya dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di dunia. Ia meyakini, kebiasaan keuangan yang baik perlu dibangun sejak dini karena dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan finansial hingga dewasa.
Pengaruh besar dalam membentuk pandangan tersebut datang dari sang ayah, Howard Buffett. Dalam wawancara dengan CNBC pada 2013, Buffett mengungkapkan, ‘Ayah saya adalah inspirasi terbesar saya’.
Buffett juga mengenang bahwa salah satu pelajaran penting yang diperolehnya sejak kecil adalah pentingnya memiliki kebiasaan yang tepat sejak awal. Menabung menjadi salah satu bagian dari nilai tersebut.
Berawal dari Usaha Kecil Sejak Anak-Anak
Buffett tidak memulai perjalanan finansialnya dengan kekayaan besar. Ia mengumpulkan uang dari berbagai usaha kecil dan pekerjaan serabutan, termasuk berjualan Coca-Cola di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam wawancara dengan Yahoo Finance pada 2018, Buffett menceritakan pengalamannya saat mulai berjualan minuman tersebut.
“Saya mulai menjual Coca-Cola, saya membeli enam botol seharga 25 sen, lalu menjualnya kembali seharga 5 sen per botol di sekitar lingkungan rumah,” kenangnya.
Dari berbagai upaya tersebut, Buffett berhasil mengumpulkan tabungan sebesar US$114 saat berusia 11 tahun. Pada tahun yang sama, ia membeli saham pertamanya, yakni Cities Service Preferred.
Kisah ini bukan sekadar menunjukkan bahwa Buffett telah mengenal investasi sejak usia belia. Lebih dari itu, pengalamannya memperlihatkan bagaimana ia menghubungkan kebiasaan menabung dengan kemampuan berinvestasi.
Ia mengumpulkan uang terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan tabungan tersebut sebagai modal untuk membeli aset. Dengan kata lain, investasi baginya tidak harus dimulai dengan dana besar, tetapi bisa berawal dari uang yang dikumpulkan secara bertahap.
Kebiasaan Lebih Penting daripada Besarnya Tabungan
Bagi Buffett, nilai utama dari menabung bukan semata-mata terletak pada jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, melainkan pada kebiasaan yang terbentuk melalui proses tersebut.
Dalam wawancara dengan Yahoo Finance, ia menekankan, “Menurut saya, kebiasaan yang Anda bangun itu sangatlah penting. Bahkan mungkin jauh lebih penting daripada IQ atau hal lainnya.”
Pesan serupa juga pernah disampaikan Buffett dalam pidatonya di hadapan mahasiswa University of Florida pada 1998.
“Rantai kebiasaan terasa terlalu ringan untuk disadari, sampai akhirnya menjadi terlalu berat untuk diputuskan,” tukasnya.
Prinsip ini menekankan bahwa tindakan kecil yang dilakukan berulang kali dapat membentuk pola perilaku jangka panjang. Dalam konteks keuangan, membiasakan diri menyisihkan sebagian uang dapat menjadi langkah awal untuk membangun disiplin finansial.
Bagi anak-anak, misalnya, kebiasaan tersebut bisa dimulai dengan menyimpan sebagian uang saku atau penghasilan dari usaha kecil, alih-alih menghabiskannya sekaligus.
Seiring waktu, kebiasaan ini dapat membantu mereka memahami bahwa uang bukan hanya untuk memenuhi keinginan saat ini, tetapi juga dapat dipersiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.
Baca Juga: Berapa Uang yang Dibawa Warren Buffett di Dompet?
Literasi Keuangan Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Buffett juga berpendapat bahwa pendidikan keuangan tidak perlu menunggu anak beranjak remaja. Orang tua bahkan dapat mulai memperkenalkan konsep dasar pengelolaan uang ketika anak masih duduk di bangku prasekolah.
Dalam wawancara dengan CNBC pada 2013, ia mengatakan bahwa orang tua bisa mulai mengajarkan pengelolaan uang kepada anak-anak “bahkan sejak mereka masih di bangku prasekolah.”
Pelajaran tersebut tidak harus langsung membahas saham, pasar modal, atau strategi investasi yang kompleks. Anak-anak dapat terlebih dahulu diajak mengenal nilai uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta memahami pentingnya hidup sesuai kemampuan.
Untuk memperkuat pendidikan keuangan sejak usia dini, Buffett turut menciptakan Secret Millionaires Club, serial animasi yang mengajarkan anak-anak tentang bisnis, investasi, dan literasi keuangan.
Serial ini mengisahkan sekelompok anak yang memperoleh bimbingan dari karakter animasi Buffett untuk menghadapi berbagai keputusan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak memahami konsep keuangan secara lebih dekat dengan pengalaman mereka sendiri, termasuk pentingnya mempertimbangkan pilihan sebelum menggunakan uang.
Menabung Menjadi Langkah Awal untuk Berinvestasi
Perjalanan Buffett juga menggambarkan bagaimana tabungan dapat menjadi sumber dana untuk memulai investasi.
Ketika mulai membeli saham pada usia muda, ia memiliki sumber daya yang terbatas. Dalam prosesnya, ia juga pernah perlu menjual aset yang dimiliki untuk memperoleh dana bagi pembelian lainnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan investasi tidak selalu berjalan dengan tambahan modal yang besar. Ada proses mengumpulkan uang, membuat pilihan, dan mengelola sumber daya yang tersedia.
Jika melihat kembali perjalanan awalnya, Buffett mengaku menikmati proses tersebut.
“Saya menikmati menabung, saya menikmati berinvestasi,” ungkapnya kepada Yahoo Finance.
Baca Juga: 8 Kesalahan Warren Buffett dalam Berinvestasi yang Bisa Jadi Pelajaran