Masyarakat usia produktif diharapkan menerapkan perencanaan keuangan termasuk menyiapkan dana untuk masa pensiun sejak dini.
Pasalnya, jumlah tenaga kerja Indonesia tercatat di BPS per Februari 2024 mencapai 142,18 juta jiwa dan besaran jumlah ini belum diimbangi dengan persiapan dana hari tua. Pada jangka panjang, kondisi ini akan menciptakan angkatan generasi sandwich berikutnya.
Oleh karena itu, perlu kesadaran untuk menyiapkan dana pensiun sejak usia produktif bukan saat mendekati usia pensiun, sebab masa produktif memiliki batas waktu. Di luar itu, ada risiko kehidupan yang dapat terjadi kapan saja. Risiko ini harus dimitigasi.
Head of Sequis Training Academy of Excellence, Ferry Chandra Gunawan, mengatakan, kondisi ketidakpastian ekonomi makro dan adanya inflasi dapat memengaruhi kondisi finansial masyarakat. Demi bertahan hidup, keputusan yang diambil oleh sebagian keluarga adalah memperketat dan memilah pengeluaran.
“Premi asuransi masuk ke golongan pengeluaran yang diperketat. Sebagian ada juga yang memilih menutup polis, ada pula yang memutuskan untuk menunda berasuransi atau justru mengabaikan asuransi. Padahal, pengeluaran, seperti biaya kesehatan dapat membuat level stres keuangan meningkat. Program asuransi justru dapat membantu ketahanan finansial keluarga,” sebut Ferry.
Baca Juga: Luncurkan Produk Asuransi Baru, Sequis Life Dorong Keluarga Indonesia Perkuat Finansial