PT Bundamedik Tbk (IDX: BMHS / RS Bunda Group) melalui RS Bunda Jakarta memperluas layanan pencitraan diagnostik dengan menghadirkan teknologi Magnetic Resonance Imaging 3 Tesla (MRI 3T) melalui kolaborasi dengan Philips. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari komitmen BMHS dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis kebutuhan pasien, sekaligus mendukung layanan unggulan dan penanganan kasus kompleks.
Pengembangan layanan pencitraan diagnostik ini juga melengkapi ragam layanan spesialistik dan multidisiplin yang terus berkembang di RS Bunda Jakarta. Dengan kemampuan pencitraan yang lebih detail, MRI 3 Tesla diharapkan dapat mendukung dokter dalam proses diagnosis, pengambilan keputusan medis, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien.
Baca Juga: BMHS Catat Pertumbuhan Laba Bersih 57% Sepanjang Tahun 2025
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG, menyampaikan bahwa inovasi teknologi bagi BMHS tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi terbaru, tetapi juga pada relevansi dan manfaat nyata bagi pasien.
“Bagi BMHS, inovasi teknologi bukan sekadar mengadopsi teknologi terbaru, tetapi memastikan setiap pengembangan memiliki relevansi dan manfaat nyata bagi pasien. Kami terus memperluas cakupan layanan kesehatan yang semakin komprehensif, didukung tim dokter multidisiplin yang membutuhkan teknologi diagnostik dan peralatan medis memadai. Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik sekaligus mendukung pengembangan Center of Excellence dengan mengintegrasikan teknologi, keahlian dokter, dan layanan untuk menghadirkan perawatan holistik bagi keluarga,” ujar Dr. Ivan dalam keterangannya.
Sejak berdiri pada tahun 1973, RSU Bunda Jakarta terus berkembang dari rumah sakit yang dikenal dengan layanan ibu dan anak menjadi fasilitas kesehatan dengan layanan spesialistik dan multidisiplin yang menangani berbagai kasus kompleks. Layanan tersebut mencakup transplantasi ginjal, reseksi liver, operasi kanker payudara berbasis robotic, tindakan Geniculate Artery Embolization (GAE), hingga operasi epilepsi.

Kompleksitas kasus tersebut membutuhkan dukungan teknologi diagnostik yang optimal. Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi salah satu penguatan kapabilitas klinis RS Bunda Jakarta, khususnya dalam membantu dokter memperoleh informasi pencitraan yang lebih presisi sebagai dasar diagnosis dan penanganan pasien.
Mendukung Diagnosis yang Lebih Presisi dan Nyaman
Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta, Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K), menjelaskan bahwa MRI 3 Tesla menjadi salah satu enabler bagi dokter untuk memperoleh informasi pencitraan yang lebih optimal dalam mendukung proses diagnosis.
“Keunggulan MRI 3 Tesla terutama terlihat dari kualitas pencitraannya yang dapat memberikan detail anatomi lebih baik dibandingkan MRI dengan kekuatan medan magnet yang lebih rendah. Informasi yang lebih optimal ini dapat membantu dokter melakukan diagnosis secara lebih cepat dan presisi, sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” jelas Dr. Jacub.
Dalam penggunaannya, MRI 3 Tesla tetap disesuaikan dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien. Pemilihan jenis MRI mempertimbangkan organ yang diperiksa, kondisi pasien, serta indikasi medis. Pada layanan kesehatan perempuan dan anak, teknologi ini dapat mendukung pemeriksaan berbagai kasus yang membutuhkan pencitraan lebih detail melalui pemeriksaan multisequence, termasuk epilepsi pada anak.
Selain itu, MRI 3 Tesla juga mendukung layanan di bidang onkologi dan berbagai pemeriksaan lain, antara lain pada otak, payudara, liver, obstetri dan ginekologi atau OBGYN, prostat, serta kebutuhan diagnosis lainnya.
Selain kualitas pencitraan, efisiensi waktu pemeriksaan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pasien. Pemeriksaan yang lebih efisien dapat membantu mengurangi durasi pasien berada di dalam mesin MRI, terutama bagi anak-anak atau pasien yang mengalami kesulitan mempertahankan posisi dalam waktu lama.
Pemanfaatan teknologi MRI 3 Tesla ini didukung oleh tim Radiologi RS Bunda Jakarta yang memiliki kompetensi dalam layanan pencitraan diagnostik. Tim tersebut terdiri dari dr. Ulfiawaty, Sp.Rad; Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K); dr. Krishna Pandu Wicaksono, Sp.Rad, Subsp.RI, Ph.D; dan dr. Ella Saputri, Sp.Rad.
Kehadiran tim radiologi ini memastikan teknologi pencitraan dapat dimanfaatkan secara optimal, mulai dari menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan klinis pasien hingga menginterpretasikan hasil pencitraan sebagai bagian dari proses diagnosis.
Teknologi sebagai Pendukung Pengalaman Pasien
Teknologi MRI 3 Tesla Philips dirancang untuk mendukung efisiensi di sepanjang alur kerja pencitraan, mulai dari proses pemeriksaan hingga tersedianya informasi pencitraan untuk ditinjau oleh tim radiologi. Inovasi ini berperan sebagai alat bantu bagi dokter dalam memperoleh informasi pencitraan yang lebih optimal, tanpa menggantikan peran tenaga medis dalam proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.
Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, mengatakan bahwa teknologi pencitraan memiliki peran penting dalam mendukung tenaga kesehatan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan klinis.
“Teknologi pencitraan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, sementara keahlian dan pertimbangan klinis tenaga kesehatan tetap menjadi inti dalam proses diagnosis dan perawatan pasien. Melalui kolaborasi kami dengan BMHS, Philips mendukung tenaga kesehatan dengan teknologi dan alur kerja yang dirancang untuk membantu mereka bekerja secara efisien dan memberikan layanan yang berpusat pada kebutuhan pasien,” ujar Astri.
Kehadiran MRI 3 Tesla di RS Bunda Jakarta menjadi bagian dari upaya BMHS dalam mengintegrasikan inovasi, expertise tenaga medis, dan layanan untuk menghadirkan holistic family care. Ke depan, BMHS akan terus memperkuat kapabilitas diagnostik serta layanan spesialistik dan kompleks secara terintegrasi, guna mendorong pengembangan ekosistem layanan kesehatan keluarga yang komprehensif, selaras dengan tagline “All Life, All Care, Because Family Matters.”