Grand final ajang kompetisi pitch startup berbasis produk bertaraf global, CoCreate Pitch 2026 Indonesia, resmi digelar di Jakarta, Selasa (13/10). Tahun ini, Alibaba.com pertama kalinya menggelar CoCreate Pitch di Indonesia, Korea, dan Malaysia yang sebelumnya hanya digelar di Amerika Serikat dan Eropa.

Lebih dari 5.000 pendaftar dari kalangan UMKM, perusahaan rintisan, calon wirausahawan, dan inovator mahasiswa di seluruh Indonesia mengikuti kompetisi ini, dengan 10 tim terpilih untuk berkompetisi di babak Grand Final. Setelah melalui proses penjurian, Ravphene, yang diwakili oleh Sidhi Umbara, meraih juara pertama; disusul Doktertaniku, yang diwakili oleh Gunawan Zuardi, di posisi kedua; dan bumbi, yang diwakili oleh Celia Siura, di posisi ketiga. Ketiga pemenang teratas ini berkesempatan menghadiri CoCreate Global Summit 2026 di London pada November mendatang.

Baca Juga: Alibaba Cloud Perluas Infrastruktur Global dan Portofolio AI untuk Percepat Adopsi AI di Perusahaan

"Kewirausahaan berbasis produk kini tak hanya bergantung pada ide yang kuat, tetapi juga semakin bergantung pada kemampuan untuk mewujudkan ide tersebut menjadi produk nyata dan menghubungkannya dengan peluang pasar global. Dalam Final Indonesia ini, kami menyaksikan berbagai tim menerapkan pendekatan baru dalam pengembangan produk, termasuk memanfaatkan AI untuk menjelajahi jaringan pemasok global, mengidentifikasi mitra manufaktur, serta memperkuat rencana bisnis mereka," ujar Head of South and Southeast Asia Business, Alibaba.com, Roger Luo.

Edisi CoCreate Pitch tahun ini menampilkan format yang berpusat pada AI, di mana peserta menggunakan agen AI Alibaba.com, Accio, untuk mengembangkan produk, menyempurnakan konsep bisnis, dan menyusun materi pitch. Setiap tim dari 10 finalis menyampaikan pitch selama 90 detik, dilanjutkan sesi tanya jawab bersama panel juri dengan memaparkan potensi pasar, keunggulan inovasi, dan prospek pertumbuhan global dari produk mereka. Panel juri menilai berbagai kriteria, antara lain inovasi produk dan ide, potensi pasar, model bisnis, kemampuan tim, prospek pertumbuhan, skalabilitas global, serta potensi adopsi AI. Keenam juri tersebut adalah:

  • Eddi Danusaputro — Chairman, Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup);
  • Edward Ismawan Chamdani — General Partner, Braxton Capital Ventures;
  • Faye Wongso — Founder & Chairperson, KUMPUL;
  • Philip Setiadi — Managing Director, Stanford Seed Indonesia;
  • Monika Rudijono — Managing Director, Endeavor Indonesia;
  • Novrizal Pratama — Managing Director, Tech In Asia Indonesia.

Sementara itu, berikut 10 finalis dari Indonesia:

  1. Ravelware / Ravphene – Mengubah limbah plastik menjadi grafena berkualitas industri dan membantu pelanggan korporat menerapkan material tersebut pada produk-produk nyata;
  2. 4GoodThings – Mengolah limbah plastik perusahaan menjadi produk bernilai tinggi yang disesuaikan, membantu pelaku bisnis mewujudkan komitmen keberlanjutan menjadi dampak yang nyata;
  3. Lumosh Living – Mengubah limbah keramik dan kaca menjadi peralatan makan premium, mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru sekaligus menciptakan dampak sosial yang berarti;
  4. NOD. – Menghadirkan kekayaan budaya minuman Indonesia ke dalam keseharian melalui ekosistem kapsul pintar serba guna untuk kemudahan penyajian minuman;
  5. MooApps – Menggabungkan IoT, data, dan analitik berbasis AI untuk membantu peternak memantau kesehatan hewan, mendeteksi lokasi hewan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengambil keputusan yang lebih tepat;
  6. Doktertaniku.id – Menghadirkan kecerdasan analisa kesuburan tanah langsung ke tangan petani, mengubah data real-time menjadi rekomendasi praktis yang mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian;
  7. EcoCash – Mengubah sampah daur ulang menjadi transaksi digital yang dapat dilacak, menghubungkan komunitas, institusi, dan pemulung melalui dampak ekonomi dan lingkungan yang terukur;
  8. Bumbi – Menciptakan kebersihan lingkungan melalui popok dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan, membantu keluarga menghemat pengeluaran, mengurangi limbah yang sulit didaur ulang, dan menciptakan mata pencaharian lokal yang inklusif;
  9. Faber Instrument Indonesia – Mengolah limbah kayu jati menjadi produk audio dan gaya hidup berteknologi modern, memadukan desain sirkular, kerajinan lokal, dan pemberdayaan tenaga kerja inklusif; serta
  10. CruCil – Menyediakan busana modest serasi keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, membangun ekosistem pakaian yang skalabel dan affordable untuk ibu, bayi, anak-anak, dan seluruh keluarga.

Grand Final digelar sebagai bagian dari Alibaba.com Global Edge Summit 2026 yang mempertemukan lebih dari 500 pendiri bisnis, eksportir, investor, dan pemimpin ekosistem. Indonesia bergabung dalam kompetisi ini sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai yang diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030. UMKM saat ini menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional dan menyerap hampir 97% tenaga kerja dalam negeri, menjadikan pemberdayaan digital usaha-usaha ini sebagai prioritas strategis nasional.