Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengandalkan penjualan online atau marketplace kini telah menjadi keharusan di era digital. Namun, tidak sedikit pengusaha yang merasa omzet daringnya masih stagnan dan belum maksimal.
Berdasarkan paparan para pakar dalam sesi Digitalization Bootcamp pada ajang Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026, program binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah PT HM Sampoerna Tbk., terdapat dua kendala utama yang sering dihadapi UMKM, yaitu belum terbiasa dengan fitur marketplace dan keterbatasan SDM (single fighter).
Guna mengatasi tantangan tersebut, berikut adalah beberapa strategi praktis yang bisa langsung diterapkan oleh para pelaku UMKM untuk mendongkrak performa toko online. Simak baik-baik, ya!
1. Konsisten Mengatur Waktu dan Jangan Takut Beradaptasi
Menurut Weliyan Tanoyo, Founder Digifolium, kunci utama UMKM bukanlah gagap teknologi, melainkan masalah kebiasaan. Karena banyak pengusaha yang mengurus usahanya sendirian, materi dan pelatihan yang didapat sering kali lupa untuk langsung dipraktikkan.
- Manajemen Waktu: Luangkan waktu khusus setiap hari atau minggu untuk mempraktikkan ilmu pemasaran digital secara konsisten.
- Rotasi Produk Saat Sepi: Jika produk utama sedang lesu, cobalah menjual produk turunan atau aksesori pendukung yang masih relevan. Contoh: Jika penjualan sepatu sedang sepi, kamu bisa mencoba menjual kaos kaki, ikat pinggang, atau pembersih sepatu untuk menjaga arus kas.
2. Kuasai Pemasaran Live Streaming dengan Formula "SKSD Aja"
Pemasaran berbasis live streaming terbukti menjadi salah satu pendorong penjualan tertinggi saat ini. Rika Yeo, seorang Womanpreneur & E-Commerce Coach, menekankan bahwa kunci sukses live streaming adalah interaksi aktif dengan penonton.
Baca Juga: Tren Warteg Fancy Menjamur, Ini Strategi Bisnis Kuliner Menarik Konsumen
Untuk mempermudah praktik live streaming, gunakan formula sederhana "SKSD Aja":
- S (Sapa): Sapalah setiap penonton yang baru bergabung dengan ramah.
- K (Kenalan): Kenalkan dirimu dan produk yang sedang ditayangkan.
- S (Spill Problem): Bahas masalah yang sering dihadapi oleh calon konsumen.
- D (Diskon): Berikan penawaran harga khusus atau voucher menarik saat live.
- Aja (Ajakan): Tutup dengan ajakan yang tegas (Call to Action) untuk segera melakukan check out.
3. Alur Komunikasi yang Meyakinkan Pembeli
Agar penonton live terdorong untuk langsung bertransaksi, susun alur demonstrasi produk secara terstruktur:
- Mulai dari Masalah: Tunjukkan masalah atau kebutuhan yang dihadapi calon pembeli.
- Berikan Solusi & Manfaat: Jelaskan bagaimana produkmu dapat menyelesaikan masalah tersebut.
- Tunjukkan Bukti & Demonstrasi: Perlihatkan keunggulan produk secara langsung (misal: uji ketahanan, pemakaian langsung, atau hasil sebelum/sesudah).
- Tutup dengan Penawaran: Berikan diskon khusus untuk pembelian saat live agar memicu keputusan beli secara cepat.