Jika rak kamar mandi Anda terasa seperti laboratorium kecil, penuh botol serum, toner asam, dan krim malam, namun Anda masih bingung harus memakai apa dan kapan, Anda tidak sendirian.

Kita memang hidup di era keemasan skincare. Namun, di saat yang sama, kita juga menghadapi fenomena skin barrier rusak', seperti kulit memerah, perih, mengelupas, dan terasa sensitif karena terlalu banyak bahan aktif digunakan sekaligus.

Di sinilah konsep skin cycling atau siklus kulit hadir sebagai solusi. Metode ini dipopulerkan oleh dokter kulit asal Amerika, Dr. Whitney Bowe, dan menjadi viral karena pendekatannya yang sederhana sekaligus logis.

Alih-alih memakai semua bahan aktif setiap malam, Anda mengatur ritmenya seperti jadwal olahraga: ada malam intensif dan ada malam pemulihan. Kulit pun bekerja dengan prinsip yang sama, ia butuh waktu untuk memperbaiki diri agar hasilnya maksimal.

Dan, berikut panduan 4 malam yang mudah diikuti, terutama bagi pemula yang ingin mulai menggunakan retinol tanpa merusak pelindung kulit.

Malam 1: Persiapan dengan Eksfoliasi

Siklus dimulai dengan malam 'persiapan', yang bertujuan bukan untuk menggosok wajah hingga terasa kesat, melainkan melarutkan sel-sel kulit mati secara lembut agar bahan aktif pada malam berikutnya dapat bekerja lebih optimal.

Setelah membersihkan wajah dan memastikan kulit benar-benar kering, aplikasikan eksfolian kimia yang tidak perlu dibilas, serta hindari scrub kasar yang berisiko mengikis dan merusak lapisan pelindung kulit.

Pemilihan jenis asam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, yakni asam laktat atau asam mandelik cocok untuk pemula dan kulit sensitif karena sifatnya lebih lembut, sementara asam salisilat (BHA) lebih ideal bagi kulit berminyak atau rentan berjerawat karena mampu menembus hingga ke dalam pori-pori.

Sensasi kesemutan ringan masih tergolong normal, tetapi jika muncul rasa terbakar yang menyengat, segera bilas karena itu merupakan tanda iritasi, bukan indikator bahwa produk sedang bekerja.

Tutup rangkaian dengan pelembap untuk menjaga hidrasi dan menenangkan kulit.

Baca Juga: 5 Jenis Serum yang Efektif Mengencangkan Kulit dan Lebih Ramah daripada Retinol

Malam 2: Retinoid sebagai Langkah Utama

Inilah malam paling 'kuat' dalam siklus. Retinoid, termasuk retinol, dianggap standar emas untuk mengatasi tanda penuaan dan jerawat karena membantu mempercepat pergantian sel kulit. Namun, bahan ini juga paling sering menyebabkan iritasi jika digunakan tidak tepat.

Kuncinya adalah teknik aplikasi. Setelah mencuci wajah, tunggu hingga kulit benar-benar kering.

Mengaplikasikan retinol pada kulit yang masih lembap bisa membuatnya terserap terlalu cepat dan memicu iritasi. Gunakan hanya sebesar kacang polong untuk seluruh wajah, lebih banyak tidak berarti lebih efektif.

Bagi yang khawatir kulit akan mengelupas, gunakan metode sandwich, yakni oleskan pelembap tipis terlebih dahulu, tunggu menyerap, aplikasikan retinol, lalu tutup kembali dengan pelembap.

Cara ini membantu mengurangi risiko iritasi tanpa mengurangi manfaatnya secara signifikan.

Malam 3 dan 4: Waktu Pemulihan Total

Dua malam berikutnya adalah fase istirahat. Tidak ada asam, tidak ada retinol. Fokus sepenuhnya pada pemulihan dan penguatan skin barrier.

Gunakan pembersih yang lembut dan creamy. Saat kulit masih sedikit lembap, aplikasikan serum hidrasi seperti yang mengandung asam hialuronat atau gliserin. Lalu kunci kelembapan dengan krim yang mengandung ceramide, oat, atau squalane.

Jika kulit terasa sangat kering, Anda boleh mencoba teknik slugging atau mengoleskan lapisan tipis petrolatum atau balsem oklusif di tahap terakhir.

Namun, jangan pernah melakukan slugging di malam retinol karena bahan oklusif dapat memerangkap retinol dan meningkatkan risiko iritasi.

Rutinitas Pagi yang Tidak Boleh Dilewatkan

Apapun posisi Anda dalam siklus, rutinitas pagi harus sederhana dan konsisten, mencakup bersihkan wajah (atau cukup bilas air), gunakan vitamin C bila diinginkan, aplikasikan pelembap, dan akhiri dengan tabir surya minimal SPF 30.

Karena Anda melakukan eksfoliasi dan menggunakan retinol, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Melewatkan sunscreen sama saja dengan membatalkan seluruh kerja keras malam sebelumnya.

Baca Juga: 5 Tips Pakai Retinol yang Tepat Agar Kerutan dan Garis Halus Hempas