Meramaikan akhir pekan ini, Nanyang Film Festival (NFF) 2026 resmi berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di FLIX Cinema PIK Avenue dan FLIX Cinema Mall of Indonesia. Dalam kolaborasi tersebut, hadir 22 film dari Tiongkok dan berbagai wilayah Asia yang dapat dinikmati dengan membawa berbagai genre, mulai dari drama, horor, hingga animasi.

Kolaborasi ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara jaringan bioskop dan penyelenggara festival dalam memperluas jangkauan karya-karya film yang memiliki perspektif berbeda dari tayangan komersial pada umumnya. Melalui ruang pemutaran yang disediakan FLIX Cinema, film dapat menjadi medium untuk mempertemukan pengalaman, sejarah, dan nilai budaya yang beragam, sekaligus mendorong apresiasi masyarakat terhadap perkembangan perfilman Asia.

Baca Juga: Main di Film ‘Warga Rusun 609, Yuk Intip Profil dan Jejak Karier Ranty Maria!

Rangkaian pembukaan festival di FLIX Cinema PIK Avenue pada 9 Oktober 2026 ditandai dengan pemutaran film Back to Love karya sutradara Lan Hongchun. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan diplomatik, organisasi persahabatan Indonesia–Tiongkok, pelaku industri perfilman, serta industri kreatif.

“Melalui festival ini, kami berharap penonton tidak hanya dapat menikmati film-film yang luar biasa dan mengenal para sineas di baliknya, tetapi juga semakin menghargai kekayaan budaya serta kedekatan yang terjalin antara Indonesia dan Tiongkok. Semoga festival ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang bermakna dan terus berkembang, sekaligus menjadi jembatan persahabatan melalui kekuatan sinema,” ujar Troy Fridatama, GM Business Development and Public Relations, ASRI.

Nanyang Film Festival 2026 Perluas Apresiasi terhadap Sinema Asia

Diselenggarakan oleh Nanyang Bridge Media, Nanyang Film Festival 2026 menghadirkan 22 film dengan beragam genre, mulai dari drama, dokumenter, animasi, fantasi, horor, hingga komedi. Ragam pilihan ini memberikan kesempatan kepada penonton untuk menjelajahi cerita dari latar budaya yang berbeda sekaligus memperluas perspektif terhadap sinema Asia.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pemutaran film dokumenter 5, karya koproduksi Tiongkok–Korea Selatan yang mengangkat kesaksian lima penyintas terakhir sistem Jugun Ianfu di Korea Selatan. Melalui kisah sejarah yang disampaikan secara langsung oleh para penyintas, film ini membuka ruang refleksi mengenai ingatan kolektif, kemanusiaan, dan perdamaian di kawasan Asia.

Bagi FLIX Cinema, keterlibatan dalam festival ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi dengan pelaku industri kreatif dapat menghadirkan pengalaman menonton yang semakin beragam bagi masyarakat. Sinergi bersama Nanyang Film Festival juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan penonton dengan karya-karya yang membawa perspektif budaya berbeda, sekaligus memperkuat posisi bioskop sebagai ruang apresiasi seni dan pertukaran gagasan.

Berlangsung hingga 11 Oktober 2026, Nanyang Film Festival dapat dinikmati di FLIX Cinema PIK Avenue dan FLIX Cinema Mall of Indonesia. Melalui kolaborasi ini, FLIX Cinema turut mendukung terciptanya ruang pertemuan bagi cerita, budaya, dan talenta dari berbagai negara, serta membuka peluang bagi sinema Asia untuk menjangkau audiens yang lebih luas di Indonesia.