Kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah vokasi dan kebutuhan industri menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing. Untuk menjawab tantangan tersebut, MODENA memperluas program MODENA Tech School ke Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kolaborasi dengan SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Diresmikan pada 15 Oktober 2026, MODENA Tech School merupakan inisiatif keberlanjutan MODENA yang berfokus pada penguatan pendidikan di bidang teknologi dan elektronik. Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan teknis dan nonteknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka jalur pengembangan karier bagi lulusan sekolah vokasi.

Melalui program ini, MODENA bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan pengalaman industri. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan dan penyelarasan kurikulum, pelatihan bagi pengajar dan siswa, serta penguatan keterampilan teknis atau hard skill dan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Sebelum hadir di Yogyakarta, MODENA Tech School telah lebih dahulu dijalankan di Surabaya. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun jalur pengembangan talenta teknis sejak bangku sekolah hingga memasuki dunia kerja.

Executive Vice President of Operations MODENA, Kim Il Dong, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“MODENA Tech School tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja,” tutur Kim, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program di Surabaya telah menghasilkan capaian yang mendorong perusahaan memperluas inisiatif tersebut ke wilayah lain. Sebanyak 40 siswa telah memperoleh sertifikasi, sementara lebih dari 30% siswa berprestasi direkrut oleh MODENA.

“Capaian ini mendorong kami untuk memperluas kesempatan yang sama bagi talenta muda di Yogyakarta, sekaligus membangun lebih banyak jalur bagi lulusan vokasi untuk berkembang bersama industri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya di SMK Negeri 3 Yogyakarta, siswa akan mengikuti program pelatihan selama dua semester. Materi pembelajaran meliputi dasar-dasar teknisi, pemahaman mendalam mengenai produk unggulan MODENA, pelatihan administrasi, serta pengembangan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.

Siswa juga akan memperoleh sertifikasi resmi dan akses terhadap program magang di MODENA. Bagi peserta dengan performa terbaik, program ini membuka peluang untuk bergabung dengan tim profesional perusahaan dan mengembangkan karier di industri.

Baca Juga: Industri Mulai Beralih ke PLTS, MODENA Energy Dukung Transisi Energi Bersih Ancora Group

Dukungan terhadap kolaborasi pendidikan dan industri tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. R. Suci Rohmadi, M.IP. Menurut dia, kemitraan antara sekolah vokasi dan industri perlu diarahkan pada hasil nyata yang dapat meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

“Kolaborasi SMK dengan industri harus bergeser dari sekadar kerja sama administratif menjadi kemitraan strategis yang menghasilkan kompetensi, sertifikasi, pengalaman kerja, dan peluang rekrutmen nyata,” tutur Suci.

Ia menambahkan, keterlibatan industri dalam proses pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Industri menjadi bagian dari proses pendidikan, sementara sekolah menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Inilah kunci agar lulusan SMK semakin kompeten, terserap di dunia kerja, dan mampu bersaing di era transformasi teknologi,” ujarnya.

Untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik, MODENA menghadirkan teknisi profesional yang memberikan pelatihan langsung kepada siswa dan pengajar SMK Negeri 3 Yogyakarta. Melalui pelatihan tersebut, peserta dapat mempelajari keterampilan teknis yang aplikatif dan digunakan dalam pekerjaan sehari-hari di industri.

MODENA juga menyediakan booth dan berbagai produk perusahaan di lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran. Fasilitas ini memungkinkan siswa mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, mulai dari mengenali produk hingga memahami proses penanganan dan pemecahan masalah teknis.

Kepala SMK Negeri 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa vokasi agar lebih percaya diri dan mampu menghadapi tantangan pekerjaan.

“Penguasaan keterampilan teknis (technical skill) yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri merupakan bekal penting bagi siswa SMK untuk memasuki dunia kerja,” ujar Widada.

Menurut dia, kolaborasi dengan MODENA diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan teoretis dengan penerapan langsung di lingkungan industri, sekaligus membangun kebiasaan kerja yang profesional.

“Melalui kolaborasi dengan MODENA dalam program MODENA Tech School, kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik nyata, kemampuan memecahkan masalah, serta budaya kerja profesional,” katanya.

Widada berharap, program tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri siswa, sekaligus memperluas kesempatan lulusan SMK Negeri 3 Yogyakarta untuk berkarier di dunia industri.

Baca Juga: Ekspansi ke Kamboja, MODENA Perkuat Posisi di Pasar Home Appliances Asia Tenggara