Meta memperluas fitur pengawasan orang tua untuk pengalaman kecerdasan buatan (AI) dengan menghadirkan kemampuan baru yang memungkinkan orang tua dan wali mengetahui topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI.
Mulai 5 Oktober 2026, fitur pengawasan orang tua tersebut tersedia di aplikasi Meta AI di seluruh dunia. Melalui fitur ini, orang tua dapat melihat topik yang ditanyakan oleh remaja dalam keluarga mereka selama tujuh hari terakhir, tanpa dapat melihat isi percakapan secara langsung.
Meta juga menyediakan pengaturan yang lebih ketat bagi orang tua yang menginginkan batasan tambahan dalam penggunaan AI oleh remaja. Selain pengaturan bawaan untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas, orang tua dapat memilih opsi "Konten Terbatas" yang membatasi jenis percakapan yang dapat dilakukan remaja dengan Meta AI.
Pengaturan pengawasan tersebut dapat dilakukan langsung melalui aplikasi Meta AI maupun melalui Family Center.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta membantu orang tua memahami bagaimana remaja menggunakan AI, sekaligus membuka ruang percakapan yang lebih sehat mengenai teknologi tersebut.
Sebelumnya, pada April 2026, Meta mulai memperkenalkan fitur Insights bagi orang tua yang mengawasi Akun Remaja. Saat pertama diluncurkan, fitur tersebut tersedia bagi orang tua di Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Kanada, dan Brasil, sebelum kemudian diperluas ke pengguna di seluruh dunia.
Melalui tab Insights, orang tua dapat melihat kategori umum yang menjadi topik pertanyaan remaja kepada Meta AI selama satu minggu terakhir. Topik tersebut antara lain sekolah, hiburan, gaya hidup, perjalanan, penulisan, kesehatan dan kesejahteraan, serta berbagai kategori lainnya.
Orang tua juga dapat melihat kategori yang lebih spesifik di dalam setiap topik. Misalnya, topik gaya hidup dapat mencakup mode, makanan, dan liburan. Sementara itu, topik kesehatan dan kesejahteraan dapat mencakup kebugaran, kesehatan fisik, hingga kesehatan mental.
Meta menekankan bahwa fitur tersebut dirancang untuk memberikan gambaran umum kepada orang tua, bukan membuka isi percakapan pribadi remaja dengan AI.
Perusahaan juga menyebut fitur Insights sebagai langkah awal. Seiring perluasan fitur ke lebih banyak negara, Meta mengatakan akan terus mengumpulkan masukan dari orang tua dan para ahli untuk meningkatkan manfaat fitur tersebut.
Fitur baru ini sekaligus melengkapi berbagai perlindungan yang telah diterapkan Meta untuk pengalaman AI pada Akun Remaja. Meta menyebut sistem AI untuk remaja dirancang dengan mempertimbangkan usia pengguna, termasuk dengan mengambil inspirasi dari pedoman klasifikasi film 13+ serta masukan dari orang tua.
Dengan pendekatan tersebut, Meta berupaya agar Meta AI tidak memberikan respons yang dianggap tidak sesuai usia remaja. Dalam kondisi tertentu, AI dapat menolak menjawab pertanyaan atau mengarahkan remaja kepada sumber bantuan yang relevan.
Menariknya, orang tua tetap dapat melihat topik pertanyaan meski Meta AI tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Untuk persoalan yang lebih sensitif, seperti pembahasan mengenai bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri, Meta mengatakan sedang mengembangkan sistem peringatan yang dapat memberi tahu orang tua apabila remaja mencoba membahas tindakan tersebut dengan Meta AI.
Baca Juga: Meta Tambah Pengawasan AI untuk Remaja, Mulai dari Notifikasi Self-Harm hingga Batasan Konten
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan Meta yang tidak hanya mengandalkan pemantauan, tetapi juga mendorong komunikasi antara orang tua dan anak mengenai penggunaan AI.
Meta bahkan bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk mengembangkan "pembuka obrolan" atau pertanyaan pemantik yang dapat digunakan orang tua ketika membicarakan AI dengan remaja. Pertanyaan tersebut dirancang agar orang tua dapat membuka percakapan tanpa terkesan menghakimi aktivitas anak ketika menggunakan AI.
Setiap pertanyaan juga dilengkapi panduan yang menjelaskan tujuan pertanyaan serta cara menyampaikannya. Materi tersebut tersedia melalui situs Family Center dan dapat diakses dari tab Insights.
Selain fitur pengawasan, Meta juga memperkenalkan AI Wellbeing Expert Council, kelompok pakar yang memberikan masukan berkelanjutan mengenai pengalaman AI bagi remaja. Dewan tersebut dibentuk untuk membantu memastikan fitur AI bagi pengguna muda tetap aman dan sesuai dengan usia mereka.
Anggotanya mencakup sejumlah penasihat dan pakar dengan keahlian di bidang kesejahteraan remaja, bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri, citra tubuh, serta AI yang bertanggung jawab dan etis. Para ahli tersebut berasal, antara lain, dari National Council for Suicide Prevention, University of Michigan, University of Texas, dan University of Southern California.
Meta mengatakan timnya akan bertemu secara rutin dengan dewan tersebut untuk memberikan informasi mengenai pengembangan pengalaman AI bagi remaja sekaligus memperoleh masukan untuk tim kebijakan dan produk.
Dengan semakin luasnya penggunaan AI oleh generasi muda, langkah Meta ini menunjukkan bahwa pengawasan orang tua mulai diarahkan bukan hanya pada durasi penggunaan perangkat atau aktivitas media sosial, tetapi juga pada cara remaja berinteraksi dengan teknologi AI.
Bagi orang tua, informasi mengenai topik yang ditanyakan anak dapat menjadi titik awal untuk memahami rasa ingin tahu, kebutuhan, maupun persoalan yang sedang mereka hadapi. Pada saat yang sama, Meta menempatkan fitur tersebut sebagai sarana untuk mendorong percakapan antara orang tua dan remaja, bukan sekadar alat untuk mengawasi isi komunikasi mereka dengan AI.
Meta juga menegaskan bahwa pendekatan perlindungan kontennya tidak sama dengan sistem penilaian film. Perusahaan menyebut pedoman publik dari Motion Picture Association (MPA) hanya menjadi salah satu sumber inspirasi, bersama masukan dari orang tua. MPA tidak memberikan peringkat terhadap konten di Instagram maupun mendukung atau menyetujui pengaturan konten Meta.
Baca Juga: AI hingga Kreator, Ini Strategi Meta Mendorong Pertumbuhan Bisnis di Asia Pasifik