David Nurbianto kembali menyapa pecinta layar lebar lewat film bergenre komedi,  Bapak Paling Jujur. Dalam film garapan sutradara Fajar Nugros ini, David melakoni karakter Pak Wawan, di mana diceritakan sebagai lawan politik calon gubernur. 

Tak hanya itu, David juga dipercaya sebagai comedy consultant dalam film yang diadaptasi dari film asal Brasil berjudul O Candidato Honesto (Onesto Candidato) ini. Bersama sang sutradara, ia turut mengembangkan unsur humor, meramu komedi sarkas, serta menyesuaikan materi agar tetap relevan dengan keresahan sosial tanpa menyinggung atau merugikan pihak tertentu.

Terlepas dari film terbaru yang diperankannya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (18/10/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier David Nurbianto.

Baca Juga: Adjis Doaibu dan Jejak Kariernya dari Panggung Komika hingga Dunia Film

Profil David Nurbianto

David Nurbianto dikenal sebagai komika sekaligus aktor yang lahir pada 13 Desember 1989. Kedua orang tuanya berasal dari Kebumen. Tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, David tidak melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah setelah lulus SMA.

Alih-alih kuliah, David memilih langsung mencari pekerjaan. Dengan bekal ijazah SMA, ia menyadari bahwa pilihan pekerjaan yang tersedia untuknya cukup terbatas. Selama beberapa tahun, ia pun mencoba berbagai profesi. 

Mulai dari menjaga rental DVD hingga bekerja di restoran cepat saji pernah ia jalani. David mengaku mudah bosan dan kurang nyaman dengan pekerjaan yang mengharuskannya duduk di belakang meja dalam jam kerja yang sudah ditentukan.

Perjalanan Karier

David Nurbianto engawali perjalanan kariernya di dunia hiburan lewat panggung komedi. Singkat cerita, David pernah mendapat tugas dari redaksi sebuah majalah untuk meliput komunitas komedi yang tampil di sebuah kafe. Dari situ, ia berkesempatan menyaksikan langsung para komika beraksi di atas panggung.

Rasa penasaran membuat David ikut mencoba tampil dalam sesi open mic. Sayangnya, penampilan pertamanya belum berhasil mengundang tawa penonton. Meski begitu, ia tetap rutin mengikuti kegiatan tersebut untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah penghasilan. Kala itu, David masih bekerja sebagai tukang ojek.

Kesempatan lebih besar datang ketika David mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim keempat di Kompas TV. Ia berhasil lolos sebagai salah satu dari 20 peserta. Dalam kompetisi tersebut, David banyak membawakan materi tentang identitasnya sebagai orang Betawi, mulai dari keresahan yang dirasakan masyarakat Betawi masa kini hingga keunikan budayanya.

Perjalanannya di kompetisi itu tidak selalu mulus. David sempat berada di posisi yang nyaris tereliminasi pada awal acara. Namun, ia terus membawakan materi dengan ciri khasnya hingga berhasil melaju ke babak grand final dan keluar sebagai juara. Menariknya, David mengaku tidak menargetkan diri untuk menjadi pemenang sejak awal.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangannya, David menggunakan uang hadiah yang didapat untuk memberangkatkan sang nenek umrah ke Makkah.

Setelah memenangkan SUCI, karier David di dunia hiburan semakin berkembang. Pada musim kelima, ia dipercaya menjadi presenter bersama Pandji Pragiwaksono. Sementara pada musim keenam, David bergantian menjadi ko-presenter bersama Babe Cabiita dan Rigen Rakelna.

Baca Juga: Siapa Arief Didu? Intip Profil dan Jejak Kariernya dari Panggung Komika hingga Main Film

Pada akhir 2016, David juga menjajal dunia penyiaran dengan mengisi program pagi Hot Kopi di Radio HOT 93.2 FM bersama rapper Kojek. Setahun kemudian, ia kembali terlibat dalam ajang komedi dengan menjadi mentor di Stand Up Comedy Academy musim ketiga di Indosiar bersama Awwe.

David Nurbianto juga terus melebarkan kariernya hingga dunia akting. Debut filmnya dimulai lewat Epen Cupen the Movie pada 2015, saat ia berperan sebagai hansip. Setahun berikutnya, David tampil dalam film Abdullah & Takeshi dan Get Up Stand Up.

Sejak itu, ia semakin sering mendapat kesempatan bermain di berbagai film. David di antaranya tampil dalam Gila Lu Ndro! (2018), Mendadak Kaya (2019), Sabar Ini Ujian dan Pelukis Hantu (2020), serta Till Death Do Us Part (2021). Ia juga muncul dalam Mendarat Darurat (2022) dan memerankan Rojali dalam Srimulat: Hidup Memang Komedi (2023).

Pada 2025, David membintangi GJLS: Ibuku Ibu-Ibu sebagai Wahyudi. Ia juga mulai terlibat dalam proses kreatif di balik layar. Selain ikut mengembangkan unsur komedi dalam film Get Up Stand Up (2016), David menjadi penulis skenario The Watcher (2021) bersama Anggy Umbara dan konsultan komedi untuk Sah! Katanya... (2025).

Di layar kaca, David pernah tampil dalam serial Malam Minggu Miko, Siapa Suruh Datang Jakarta, dan 3 Sempruuul Mengejar Surga 5. Ia juga membintangi sejumlah serial web, seperti Cek Toko Sebelah the Series 2, Imperfect the Series, dan Untung Ada Srimulat.

Selain berakting, David masih aktif di berbagai program televisi, terutama yang berkaitan dengan komedi. Beberapa di antaranya adalah Stand Up Comedy Show, Stand Up Seru, SUCI Playground, Combreak, Stand Up Everywhere, dan Lucunya Tuh di Sini. Ia juga pernah tampil dalam program Anak Sekolah di Trans7.