PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block, mencatatkan membukukan penjualan sebesar Rp1,4 triliun pada kuartal III tahun 2026, meningkat 31% secara tahunan (yoy). Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp284 miliar atau tumbuh 484% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan bata ringan, ekspansi kapasitas produksi, serta optimalisasi utilisasi pabrik. Di sisi lain, Perseroan terus mengoptimalkan operasional dan meningkatkan efisiensi untuk mendukung pertumbuhan profitabilitas secara berkelanjutan.
Baca Juga: Laba Bersih RISE Tumbuh 183% Jadi Rp147 Miliar hingga Kuartal Ketiga 2026
Andrew, Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, mengatakan, “Pertumbuhan penjualan dan laba hingga kuartal III-2026 mencerminkan upaya Perseroan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan memanfaatkan jaringan fasilitas yang tersebar di sejumlah wilayah. Selain itu, meningkatnya permintaan bata ringan turut mendukung kinerja perseroan sehingga kami terus memastikan kesiapan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.”
Dari sisi operasional, volume produksi BLES mencapai 2.902.730 meter kubik (m³) selama sembilan bulan pertama 2026, naik 10% dibandingkan 2.649.455 m³ pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan peningkatan volume produksi, tingkat utilisasi pabrik juga naik menjadi 69%, dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun lalu.
Selain melalui optimalisasi proses produksi, BLES menjalankan inisiatif efisiensi energi dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksinya. Total kapasitas terpasang panel surya perseroan kini mencapai 4.362 kWp. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan konsumsi energi yang lebih efisien sekaligus memperkuat praktik operasional berkelanjutan.
Saat ini, BLES merupakan salah satu pemain utama industri bata ringan di Indonesia, dengan merek Blesscon dan Superiore Block serta kapasitas produksi sekitar 5,6 juta m³ per tahun. Kapasitas tersebut ditopang oleh enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan bisnis yang terukur dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Kami optimistis dengan fondasi bisnis yang kuat dan konsistensi dalam menjalankan strategi, BLES dapat menjaga relevansi produk serta menangkap peluang pertumbuhan industri bata ringan di Indonesia mengingat tingkat penggunaan bata ringan sebagai produk substitusi bata merah masih relatif rendah,” tutup Andrew.