Growthmates, pernah kah Anda mengalami jantung berdegub kencang, keringat dingin, dan tubuh bergetar tanpa henti serta tidak terkontrol? Bila kamu pernah mengalaminya, gejala tersebut dinamakan panic attack atau serangan panik. Panic attack biasanya terjadi ketika tubuh merespon satu hal yang dirasa membahayakan diri atau saat tubuh sedang berada di situasi mencekam.
Saat menghadapi situasi tersebut, tubuh akan merespon dan mengirim sinyal bahaya yang seolah menjadi sebuah ancaman. Gangguan mental ini paling umum menyerang penderitanya terutama saat berada di tempat ramai. Bagi penderitanya, panic attack terrkadang sulit dikendalikan apalagi jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagi Anda yang mengalami atau memiliki teman dan saudara dengan gangguan mental ini, cara paling tepat adalah menenangkannya dengan lembut, menuntunnya untuk menarik napas secara perlahan, dan berikan air putih jika sudah sedikit tenang. Simak penjelasan berikut, untuk menambah pengetahuanmu seputar panic attack.
Gangguan Panik (Panic Disorder)
Panic disorder adalah gangguan kecemasan di mana Anda secara teratur mengalami serangan panik atau ketakutan yang mendadak. Banyak orang pasti pernah mengalami perasaan cemas dan panik di beberapa momen tertentu. Kondisi tersebut merupaka reaksi alami tubuh ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan atau dianggap berbahaya.
Baca Juga: Wajib Coba! Ini 5 Aplikasi Pendamping untuk Mengatasi Panic Attack dan Kecemasan
Gangguan panik sering kali mengganggu aktivitas harian penderitanya. Jika kondisi ini timbul, penderita panic disorder biasanya tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri. Rasa takut berlebih pada pikiran membuat otak sulit untuk mencerna situasi dan mengembalikan tubuh ke zona aman. Gangguan ini paling umum menyerang orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis, keluarga dengan gangguan serupa atau sedang dilanda gangguan mental lain.
Pemicu gangguan panik masih belum ditemukan. Namun, diduga terjadi akibat adanya kelainan otak bernama amigdala. Ketidakseimbangan asam gamma-aminobutirat (GABA), hormon kortisol, atau hormon serotonin diduga juga menjadi penyebab terjadinya gangguan panik.
Panic Attack (Serangan Panik)
Serangan panik/panic attack merupakan lonjakan gejala mental dan fisik yang intens. Gangguan mental ini biasanya terjadi secara cepat dan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Serangan panik, kebanyakan akan berhenti dengan sendirinya apabila keadaan yang memicu berakhir.
Serangan panik dapat terjadi ketika tubuh sedang mempersiapkan reaksi untuk melawan atau menghindar meski sering kali keadaan yang berlangsung tidak membahayakan. Overthinking yang tinggi juga menjadi pemicu serangan panik. Otak terlalu banyak memikirkan berbagai hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. Oleh karena itu, pikiran harus dikendalikan untuk sedikit meredam perasaan cemas yang timbul.
Gejala Panic Attack
Awal kemunculan serangan panik biasanya ditandai oleh beberap gejala beriku:
- Detak jantung yang berdebar kencang,
- merasa cemas,
- napas menjadi pendek,
- berkeringat,
- mual,
- nyeri dada,
- gemetaran,
- badan terasa panas dingin,
- mati rasa atau kesemutan terutama di bagian jari-jari,
- sensasi tersedak disertai mulut kering,
- perut terasa bergejolak, dan hilang kendali terhadap tubuh, serta
- timbul perasaan takut atau cemas.
Perbedaan Panic Attack dengan Panik
Secara umum, pengertian maupun gejala dari kedua kondisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sama persis. Menurut ahli dari Outpatient Behavioral Health Services di Henry Ford Hospital, Amerika Serikat, panic attack dapat terjadi secara spontan dan bukan bentuk respons dari sebuah situasi yang penuh tekanan.
Kebanyakan terjadi saat Anda sedang berbicara dengan orang lain, bermain dengan teman, makan, menyetir, dan bahkan ketika sedang tidur. Sementara itu, panik biasanya terjadi ketika tubuh memang dihadapkan oleh situasi yang berbahaya.
Contohnya, ketika Anda kehilangan kunci motor atau kehilangan barang berharga. Panic disorder/gangguan panik umumnya memiliki pemicu yang jelas dan siklus kondisi ini biasanya muncul pada keadaan berbahaya.
Langkah yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasinya
Penyakit ini memang terasa menakutkan bagi pengidapnya. Namun, perlu diketahui kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dan dapat normal kembali dengan penanganan yang tepat.
Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk mengatasi panic attack:
- Berhenti sejenak untuk mencari tahu penyebabnya.
- Coba amati pikiran dan perasaan yang dirasakan. Apakah dapat diatasi atau terasa sulit diatasi.
- Mengatur pernapasan dan merenggangkan otot-otot agar lebih rileks.
- Mencium aroma yang menenangkan.
- Mencari tempat tenang.
Tapi, ingat ya, Growthmates, walaupun Anda merasakan gejala di atas, Anda tetap tidak boleh self-diagnouse. Jadi, tetap perlu diperiksakan ke ahlinya ya!