Mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Brigjen TNI (Purn) H. Poernomo, menilai hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih terjalin cukup baik.

Kedekatan tersebut dinilai bisa menjadi salah satu faktor yang membuat Jokowi berharap Dedi Mulyadi ikut membantu memperkuat pengaruh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jawa Barat.

Poernomo menduga, kedekatan Jokowi dan Dedi dapat dimanfaatkan untuk mendorong popularitas maupun pengaruh PSI di salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tersebut.

"Dan apalagi Gubernur KDM Pak Dedi cukup baik hubungannya dengan Pak Jokowi kan begitu ya. Harapannya mungkin dengan Gubernur ini masih dekat sama Pak Jokowi, harapannya Gubernur mampu katakan mendorong mungkin begitu. Itu mungkin," ujar Poernomo dalam kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, dikutip Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Projo Teriak-Teriak Orang Jokowi Didepak Prabowo: Kenapa Diganti?

Dugaan tersebut muncul di tengah sejumlah aktivitas politik Jokowi di Jawa Barat. Sepanjang September 2026, Jokowi tercatat dua kali mengunjungi wilayah tersebut.

Pada awal September, Jokowi datang ke Cirebon dalam rangka safari politik. Kemudian pada akhir September, ia menghadiri Rakorda DPD PSI Jawa Barat di Hotel Grand Pasundan.

Dalam agenda tersebut, Jokowi juga secara terbuka memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya. Langkah itu semakin mempertegas keterkaitannya dengan partai yang sebelumnya dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.

Di sisi lain, nama Dedi Mulyadi belakangan juga semakin mencuat dalam pembicaraan mengenai bursa Pilpres 2029.

Sejumlah survei nasional bahkan menempatkan Gubernur Jawa Barat itu di posisi teratas dalam beberapa simulasi elektabilitas calon presiden, mengungguli Presiden Prabowo Subianto.

Survei Tempo Data Science yang dirilis pada 26 Agustus 2026, misalnya, menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi berada di kisaran 41-42 persen dalam simulasi pertanyaan terbuka mengenai kandidat presiden terkuat. Sementara itu, Prabowo berada di angka 15 persen.

Baca Juga: Terbaru! Petinggi PSI Pasang Badan Belain Gibran: Isu Ini Sengaja Dipelihara?

Hasil serupa juga terlihat dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

Dalam simulasi semi-terbuka, Dedi Mulyadi menempati posisi pertama dengan elektabilitas 35 persen. Adapun Prabowo berada di angka 14,5 persen.

Dengan elektabilitas yang cukup tinggi dan pengaruhnya di Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinilai memiliki modal politik yang kuat. Tak heran jika kedekatan Dedi dengan Jokowi kemudian ikut disorot, termasuk dalam kaitannya dengan upaya PSI memperluas pengaruh di Jawa Barat.

Meski begitu, dugaan bahwa Dedi akan membantu mendongkrak PSI masih sebatas analisis Poernomo. Belum ada pernyataan resmi dari Dedi Mulyadi maupun Jokowi mengenai adanya kerja sama politik tersebut.