Bata telah hadir selama 95 tahun di Indonesia, menandai perjalanannya menjelang usia satu abad (seratus tahun). Di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin kompetitifnya industri footwear, Bata tengah menjalankan transformasi global yang berfokus pada produk yang lebih relevan, organisasi yang lebih sederhana, serta cara kerja yang lebih efektif.

Hal tersebut disampaikan Panos Mytaros, Global CEO Bata Group, dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 2026. Memasuki satu tahun kepemimpinannya sebagai CEO global, Panos menjelaskan bahwa perubahan yang dilakukan Bata merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kembali fundamental bisnis dan membawa brand lebih dekat kepada konsumen.

Baca Juga: Perkuat Brand Awaraness, TACO Dukung Pembuatan Film Filosofi Teras oleh MD Entertainment

“Transformasi yang kami lakukan bukan tentang membuat Bata menjadi brand yang berbeda. Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen. Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen,” ujar Panos Mytaros, Global CEO Bata Group, di Jakarta, dikutip Senin (28/9/2026).

Fokus pada Konsumen

Menurut Panos, salah satu perubahan utama yang dilakukan Bata adalah simplifikasi. Perubahan tersebut mencakup portofolio produk, organisasi, cara kerja, hingga bagaimana Bata hadir di hadapan konsumen. Bagi Bata, simplifikasi bukan sekadar mengurangi kompleksitas internal, melainkan cara untuk memastikan perusahaan dapat bergerak lebih cepat dan fokus pada hal yang paling penting: menghadirkan produk yang baik dan relevan bagi konsumen.

Panos melihat produk sebagai bagian fundamental dari transformasi Bata. Di tengah semakin banyaknya pilihan footwear di pasar, konsumen membutuhkan alasan yang jelas untuk memilih sebuah produk, baik dari sisi desain, kenyamanan, kualitas maupun harga.

“Konsumen Indonesia memang berubah. Mereka semakin digital, mendapatkan lebih banyak informasi, dan memiliki lebih banyak pilihan. Tetapi ada hal yang tidak berubah: mereka ingin mendapatkan value yang baik, harga yang masuk akal, dan pilihan. Jika kita tidak memberikan pilihan yang mereka butuhkan, mereka akan pergi ke tempat lain. Karena itu, kami harus terus mendengarkan konsumen dan memastikan apa yang kami tawarkan benar-benar relevan,” jelas Panos.

Perubahan tersebut juga mendorong Bata untuk memperkuat kehadirannya di kanal digital. Pengembangan platform online menjadi bagian dari upaya Bata untuk memberikan akses yang lebih mudah kepada konsumen, tanpa mengesampingkan peran retail fisik sebagai bagian penting dari pengalaman brand.

“Kami sudah berada di Indonesia selama 95 tahun. Indonesia bukan pasar yang ingin kami tinggalkan. Justru sebaliknya, kami ingin membangun kembali Bata di Indonesia. Kami perlu memiliki pondasi yang stabil, memperkuat retail, memperkuat kehadiran online, dan bekerja bersama franchise lokal. Ambisinya sederhana, kami ingin Bata kembali menjadi nama yang identik dengan sepatu di Indonesia,” ujar Panos.

Membangun 100 Tahun Berikutnya

Dengan 95 tahun perjalanan di Indonesia, Bata kini melihat masa depan sebagai kesempatan untuk membangun kembali pondasi bisnis dan memperkuat hubungannya dengan konsumen. Fokus pada simplifikasi, produk, digital, retail, serta kemitraan lokal menjadi bagian dari langkah Bata untuk menciptakan bisnis yang lebih kuat dan kompetitif di tengah perubahan industri footwear.

“Kami tidak ingin konsumen memilih Bata hanya karena orang tua mereka pernah memakai Bata. Kami ingin mereka memilih Bata karena apa yang kami tawarkan kepada mereka hari ini. Setelah 95 tahun, pesan saya sederhana: Bata kembali. Kami ingin kembali lebih dekat dengan konsumen, kembali relevan, dan terus berkembang bersama Indonesia,” tutup Panos.