Nutrifood kembali menggelar acara awarding Nutrifood Leadership Award (NLA) 2026: Inspiring Feature Leader, dengan tema “Well-Being to We-Being”, acara puncaknya berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Dream Dates Artisan Bakery & Restaurant, Senopati.
Program kepemimpinan ini pertama kali digelar sejak tahun 2006 dan kini sudah berjalan selama 18 tahun. Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 20 finalis terpilih dari berbagai daerah dan universitas di Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi, mulai dari penyeleksian CV, audisi langsung di tempat kota besar, hingga masa karantina dan pendampingan monitoring.
HR Manager Nutrifood, Dian Mariani, menyampaikan rasa bangga serta apresiasinya atas konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.
“NLA hadir dengan tujuan sederhana untuk memberikan apresiasi bagi teman-teman leader yang punya potensi dan keinginan belajar kepemimpinan. Di usia 18 tahun ini semangatnya masih sama, memimpin itu bukan sekadar hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya," ungkap Dian Mariani.
Baca Juga: Sinergi Nutrifood dan Kemenkes: Tekan Prevalensi Obesitas Melalui Kampanye #BatasiGGL
Dian juga menegaskan bahwa NLA bukan sekadar ajang kompetisi mencari pemenang, melainkan wadah kolaborasi. Para peserta digabungkan dari berbagai latar belakang pengalaman organisasi untuk saling menginspirasi dan berdampak bagi masyarakat luas.
Empat Tim Kolaborasi dan Penghargaan Khusus
Pada penyelenggaraan NLA 2026, 20 finalis terbagi ke dalam empat fokus tim utama yang didampingi langsung oleh para mentor profesional di bidangnya:
- Environtment Team: Bekerja sama dengan Food Rescue SOS(Scholars of Sustenance).
- Education Team: Didampingi oleh organisasi Indonesia Mengajar.
- Inclusivity Team: Berkolaborasi dengan ConnectKid untuk isu-isu inklusi dan disabilitas.
- Health Team: Berkolaborasi dengan Rumah Harapan Indonesia (RHI) dan ORS.
Sebagai wujud atas dampak nyata yang dihasilkan, penghargaan The Most Inspiring Contributor, katagori yang sesuai dengan value Nutrifood, berhasil diraih oleh Environtment Team. Tim ini dinilai sukses mengedukasi masyarakat mengenai penanganan sampah organik dan surplus food hingga ke tingkat sekolah dan low-income community.
Anindita Rauda Kirana dari Indonesia Mengajar menilai bahwa para generasi muda yang berpartisipasi tahun ini membuktikan banyaknya anak muda produktif yang bisa memajukan Indonesia. Sementara itu, perwakilan finalis dari Health Team yaitu Pradiptha Aryasena, mengungkapkan kesan mendalam selama mengikuti proses karantina.
“Bertemu adik-adik Rumah Harapan dan teman-teman finalis membuka pandangan saya lebih luas. Harapannya, hubungan ini tidak berhenti sampai sini, tetapi bisa berkolaborasi kembali dalam 5 hingga 10 tahun ke depan untuk membangun Indonesia yang lebih baik," ujar Sena.
Melalui NLA 2026, para mentor berpesan agar alumni NLA terus menjaga semangat inklusivitas, tidak pernah lelah memberi manfaat, dan senantiasa menjaga jejaring kolaborasi demi kemajuan bangsa di masa depan.