Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026 kendati harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) terus melambung.

Harga minyak mentah Indonesia kini berada di kisaran US$92 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sekitar US$70 per barel.

Baca Juga: Tak Disangka, Begini Jawaban Kanda Bahlil Soal Ijazah Gibran...

Melihat Kondisi tersebut pemerintah harus menghitung potensi tambahan anggaran subsidi apabila harga minyak terus meningkat. Namun, komitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk 2027 belum dipastikan.

"Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, kemungkinan besar akan menambah top up subsidi, tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dilansir Kamis (22/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah Sidang Kabinet Paripurna yang membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di tengah kenaikan harga minyak dunia, pemerintah juga membahas langkah memperkuat ketahanan energi. Sementara itu, kebijakan harga BBM bersubsidi pada 2027 masih menjadi perhatian karena dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran negara perlu diperhitungkan.

Dalam rapat itu Bahlil juga memaparkan capaian sektor energi dan sumber daya mineral.

Ia menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM yang ditargetkan sebesar Rp133 triliun diperkirakan melampaui Rp160 triliun

Sementara itu, devisa dari ekspor batu bara yang ditargetkan US$27 miliar diperkirakan menembus lebih dari US$30 miliar, meskipun produksinya mengalami penurunan.

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo juga meminta jajaran kabinet mempercepat pelaksanaan program kerja, tetapi tetap mematuhi aturan.

Baca Juga: Skandal Ijazah Bikin Banteng Makin Ganas, Gibran Kena Seruduk, Mas Bowo Ikut Digoyang

"Catatannya harus kerja cepat, eksekusi cepat, jangan lambat, sesuai aturan, dan jangan melanggar aturan," pungkas Bahlil.