Kapabilitas industri perawatan pesawat Indonesia kembali memperoleh kepercayaan di pasar internasional. Melalui anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Garuda Indonesia Group memperoleh konsesi pengembangan dan pengoperasian fasilitas perawatan pesawat selama 20 tahun di Muscat, Oman.

Pencapaian ini menandai semakin kuatnya pengakuan terhadap kompetensi industri aviasi Indonesia di pasar global. Tidak hanya memperluas portofolio bisnis internasional Garuda Indonesia Group, kehadiran GMF di Oman juga membawa kapabilitas teknis, pengalaman, dan standar layanan perawatan pesawat Indonesia semakin dekat dengan ekosistem penerbangan internasional.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Concession Agreement antara GMF dan Civil Aviation Authority (CAA) of the Sultanate of Oman pada Senin (5/10). Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Presiden CAA Oman Eng. Naif Ali Hamed Al-Abri di kantor pusat CAA Oman.

Baca Juga: Harga Avtur Membengkak, Apa Kabar Kinerja Garuda Indonesia?

Melalui konsesi tersebut, GMF akan mengembangkan dan mengoperasikan kawasan fasilitas perawatan pesawat seluas 38 hektare di Bandar Udara Internasional Muscat, termasuk hanggar beserta fasilitas pendukungnya. Kehadiran operasional di Oman menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan GMF dari Indonesia menuju pasar Timur Tengah, sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pelanggan dari Afrika dan Eropa.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, mengatakan bahwa kepercayaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Oman merupakan pencapaian penting bagi GMF sekaligus menjadi refleksi atas kapabilitas industri aviasi Indonesia yang semakin diakui di pasar internasional.

"Muscat memiliki posisi strategis dalam jaringan penerbangan yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Dengan pengalaman dan kompetensi yang kami miliki, kami ingin menjadikan kehadiran ini sebagai basis pertumbuhan baru sekaligus membawa keahlian perawatan pesawat Indonesia semakin jauh di pasar global," ungkap Andi, dikutip pada Jumat (9/10/2026).

Peluang tersebut ditopang oleh ekosistem penerbangan Oman yang semakin terhubung dengan pasar internasional. Berdasarkan laporan Oman Airports, hingga akhir 2025 jaringan bandara Oman melayani 51 maskapai yang terhubung dengan 141 destinasi. Sementara itu, di Bandar Udara Internasional Muscat, sekitar 25 maskapai berjadwal telah menggunakan layanan line maintenance. Basis operator tersebut membuka ruang yang kuat bagi pengembangan layanan GMF di Muscat.

Secara regional, pertumbuhan armada dan konektivitas penerbangan di Timur Tengah turut mendorong kebutuhan terhadap layanan perawatan pesawat yang semakin dekat dengan basis operasional maskapai. Kehadiran GMF di Muscat memberikan posisi yang lebih strategis untuk menangkap peluang tersebut sekaligus memperluas akses terhadap pelanggan internasional.

Ekspansi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia bukan hanya sebagai salah satu pasar aviasi terbesar di kawasan, tetapi juga sebagai penyedia kapabilitas, keahlian teknis, dan layanan bernilai tambah bagi industri penerbangan global. Dengan menghubungkan basis utama GMF di Indonesia dan fasilitas di Muscat, Garuda Indonesia Group membawa kompetensi industri aviasi nasional semakin jauh ke rantai nilai aviasi internasional.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem perawatan pesawat tersebut, GMF turut menandatangani Commemoration Document bersama Mach Aerospace International untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan sumber daya manusia di bidang aviasi.

Persiapan operasional fasilitas Muscat akan dilakukan secara bertahap bersama mitra lokal, mencakup pengembangan fasilitas, kapabilitas teknis, hingga sumber daya manusia. Melalui ekspansi ini, GMF akan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan perawatan pesawat berstandar global sekaligus membawa kapabilitas industri aviasi Indonesia semakin kompetitif dan relevan di pasar internasional.