TransNusa, Premium Service Carrier Indonesia, mengumumkan perluasan kolaborasi digital strategis dengan Skywise, perusahaan layanan digital milik Airbus. TransNusa telah menandatangani perjanjian bersejarah dengan Skywise yang memungkinkan maskapai membangun ekosistem data terpadu secara real-time, menghubungkan operasional penerbangan dan teknis melalui penerapan Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ (S.FP+). 

“Kolaborasi ini merupakan langkah besar dalam memperkuat komitmen kami kepada para penumpang,” ujar Datuk Bernard Francis, Group Chief Executive Officer TransNusa, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: TransNusa Buka Rute Bali-Surabaya, Harga Tiket Mulai Rp800 Ribuan

“Dengan menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi solusi Skywise ini, kami beralih dari pelaporan yang bersifat reaktif menuju operasional yang prediktif dan berbasis data secara real-time. Bagi penumpang, hal ini berarti ketepatan waktu penerbangan dan keandalan layanan yang lebih tinggi. Bagi TransNusa, integrasi ini memastikan armada dapat beroperasi dengan efisiensi maksimal, sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan yang menguntungkan dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan di kawasan,” tambah Datuk Bernard Francis.

Sementara itu, Skywise Head of Region APAC, Alessandro Luzi, mengatakan bahwa pencapaian ini menandai perjanjian S.FP+ dan Skywise Core X2 yang pertama di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa portofolio yang terintegrasi sepenuhnya ini menyederhanakan alur kerja, memastikan konsistensi data di seluruh organisasi, serta menetapkan standar baru bagi keunggulan operasional dalam industri penerbangan Indonesia. 

Ia menambahkan, dengan beralih dari pelaporan tradisional berbasis spreadsheet menuju arsitektur digital yang lebih maju, Datuk Bernard Francis telah menempatkan TransNusa di garis depan perkembangan teknologi penerbangan di kawasan. “Integrasi ini memberikan manfaat yang jelas dan terukur pada dua aspek penting, yaitu keandalan yang lebih tinggi bagi penumpang serta optimalisasi efisiensi aset bagi TransNusa,” tutup Alessandro Luzi.

Bagi penumpang TransNusa, transformasi digital ini secara langsung menghadirkan perjalanan yang lebih andal, meminimalkan gangguan operasional, serta mendukung kelancaran penerbangan.

Dengan mengintegrasikan data pesawat secara real-time selama penerbangan dengan sistem pemeliharaan, Maintenance Control Centre TransNusa dapat memperoleh visibilitas secara langsung terhadap kondisi armada. Anomali teknis dapat terdeteksi dan ditangani lebih awal, sehingga membantu mencegah gangguan operasional dan pembatalan penerbangan yang terjadi secara mendadak dan dapat mengganggu perjalanan penumpang. 

Selain itu, ekosistem yang terintegrasi memastikan pesawat TransNusa menghabiskan lebih sedikit waktu di darat akibat kebutuhan yang tidak terjadwal dan dapat lebih banyak beroperasi di udara. Hal ini mendukung ketepatan waktu dan keandalan penerbangan bagi penumpang di seluruh jaringan TransNusa di kawasan.