[1 / 10] Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja sektor pariwisata di Tanah Air. Foto: Oxford Economics.
[2 / 10] Ketua Umum GIPI, Haryadi Sukamdani, mengatakan kondisi pariwisata nasional mengalami tekanan berat pada semester I-2025 karena pelemahan daya beli masyarakat hingga kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Foto: Oxford Economics.
[3 / 10] GIPI mengatakan para pelaku industri pariwisata, seperti perhotelan, taman wisata, spa, hingga penjualan tiket pesawat, menderita penurunan omzet yang signifikan pada enam bulan pertama tahun 2025 ini. Foto: Oxford Economics.
[4 / 10] Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mendorong kinerja pariwisata di Indonesia. Foto: Oxford Economics.
[5 / 10] Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan salah satu strategi pemerintah adalah membuat program stimulus pada momen natal dan tahun baru, lebaran, serta libur sekolah. Foto: Oxford Economics.
[6 / 10] Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah memiliki komitmen kuat dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi. Foto: Oxford Economics.
[7 / 10] Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan pemerintah akan terus menjalankan program paket stimulus pariwisata yang memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. Foto: Oxford Economics.
[8 / 10] Kementerian Pariwisata mengklaim kinerja sektor pariwisata terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, termasuk kunjungan wisatawan mancanegara yang menjadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata Indonesia. Foto: Oxford Economics.
[9 / 10] Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sebanyak 5,63 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari hingga Mei 2025. Foto: Oxford Economics.
[10 / 10] Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan Nusantara pada Januari hingga Mei 2025 tercatat sebanyak 508,67 juta perjalanan. Foto: Oxford Economics.