Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional masih aman di kisaran 16 sampai 18 hari kedepan, meski berbeda dari kondisi normal yang mencapai 20-21 hari.

"Saya mendapat laporan dari Pertamina. Secara nasional, stok BBM kita berada di 16 sampai 18 hari. Insyaallah, stok BBM nasional aman," ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Kanda Bahlil Ngumpet Saat Bali Krisis BBM, Koster Kena Gebuk

Lanjutnya, ia mengatakan rapat bersama dengan sejumlah pemangku kepentingan turut membahas tentang ketahanan energi dan transisi energi.

Berdasarkan laporan Pertamina, kendala yang terjadi saat ini berkaitan dengan distribusi BBM dari Jawa Timur menuju Bali dan sejumlah daerah lainnya.

Karena itu, pria yang kerap disapa Kanda Bahlil ini telah meminta Pertamina untuk menambah jumlah kapal agar distribusi bisa dipercepat.

Baca Juga: Fix! Partai Kanda Bahlil Usung Prabowo Capres 2029, Gibran Diajak?

"Saya memerintahkan mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya distribusi bisa dipercepat," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menbeberkan perihal penurunan ketahanan stok lantaran kondisi tersebut dipengaruhi pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM beroktan lebih tinggi ke RON 90.

"Penurunan ketahanan stok itu terjadi pada RON 90. Kenapa? Karena ada pergeseran konsumsi. Masyarakat yang tadinya menggunakan RON 92 dan RON 95 beralih ke RON 90 karena perbedaan harganya cukup ekonomis," tambahnya lagi.

Terkait itu juga, ia memprediksi ketahanan stok BBM nasional dapat normal kembali dalam waktu satu pekan.

"Untuk mencapai angka 20 hari, kita membutuhkan waktu sekitar seminggu. Namun, stok 16 sampai 18 hari bukan berarti kita kekurangan atau berada di bawah standar minimal. Itu masih aman," tukasnya.