Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memanfaatkan ajang INACRAFT October Vol. 5 2026 untuk memperkenalkan beragam produk kreatif berbasis komoditas perkebunan Indonesia. Melalui partisipasi dalam pameran yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, BPDP turut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perkebunan.
Dalam pameran yang mengusung tema Techno Craft tersebut, BPDP menghadirkan produk turunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao hasil karya UMKM mitranya. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, kerajinan tangan, hingga perlengkapan rumah tangga.
Empat UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Cambiacraft Indonesia, Smart Batik, Mandiri Handcraft, dan Good Craft. Mereka menghadirkan berbagai produk, mulai dari kain batik, topi lidi, sandal berbahan lidi sawit, tas dari lidi kelapa, payung batik, lampu hias, hingga aneka peralatan dapur dan makan.
Baca Juga: BPDP Bekali Penerima Beasiswa SDM Perkebunan untuk Jadi Generasi Masa Depan Perkebunan Indonesia
Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan bagaimana komoditas perkebunan dapat diolah menjadi barang bernilai tambah, tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan partisipasi dalam INACRAFT menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk berbasis komoditas perkebunan kepada pasar yang lebih luas.
“Kehadiran mitra UMKM binaan BPDP dalam kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan eksposur produk berbasis komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao,” ungkap Helmi, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Menurut Helmi, BPDP terus memfasilitasi pengembangan UMKM perkebunan melalui kegiatan promosi dan berbagai upaya peningkatan kapasitas usaha. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas produk sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku UMKM.
Saat ini, UMKM perkebunan mitra BPDP telah tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Sebaran tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan di berbagai daerah.
Baca Juga: Kenalkan Produk Turunan Sawit dan Kakao, BPDP Hadirkan Edukasi Interaktif di Jatim Fest 2026
Melalui keikutsertaan dalam pameran kerajinan berskala nasional ini, BPDP berharap produk UMKM perkebunan semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen maupun mitra bisnis yang lebih luas.
“Kami ingin mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk sehingga komoditas perkebunan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk hilir yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” kata Helmi.
Ia juga berharap partisipasi tersebut dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas jejaring usaha, serta mendorong pertumbuhan UMKM perkebunan yang berkelanjutan.
Selain memamerkan produk secara langsung, BPDP menghadirkan kegiatan edukatif melalui permainan interaktif di booth selama INACRAFT berlangsung. Aktivitas ini menjadi sarana untuk mengenalkan potensi komoditas perkebunan kepada pengunjung dengan cara yang lebih menarik.
Promosi juga dilakukan melalui media sosial dengan memperkenalkan produk-produk UMKM berbasis komoditas perkebunan secara daring. Dengan memadukan pameran langsung dan promosi digital, BPDP berupaya memperluas jangkauan informasi mengenai produk lokal sekaligus membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau calon konsumen di luar lokasi pameran.
Baca Juga: AKPY Bersama BPDP dan Ditjenbun Bekali 115 Pekebun Bengkulu Selatan Teknik Panen Tepat
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan produk hilir perkebunan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan daya saing di pasar.