Growthmates, pernahkah Anda merasa kulit wajah terlihat segar sebelum memakai makeup, tetapi justru tampak kusam, pucat, atau lelah setelah mengaplikasikan foundation?
Jika pernah mengalaminya, jangan buru-buru menyalahkan produk makeup yang digunakan. Bisa jadi, masalahnya justru terletak pada tahap persiapan kulit hingga cara mengaplikasikan produk.
Tampilan makeup yang halus dan bercahaya tidak hanya bergantung pada kualitas foundation. Kondisi kulit, kecocokan produk perawatan wajah, pemilihan warna complexion, hingga penggunaan bedak dan produk pewarna wajah turut menentukan hasil akhirnya.
Kesalahan kecil dalam tahap dasar makeup bisa membuat kulit terlihat tidak merata, tekstur wajah semakin menonjol, bahkan menghilangkan dimensi alami wajah.
Namun, kini Anda tidak selalu perlu membeli produk baru untuk mendapatkan hasil makeup yang lebih segar. Memperbaiki teknik aplikasi dan rutinitas sebelum makeup bisa menjadi langkah awal yang tepat.
Dan, dikutip dari Times of India, Sabtu (10/10/2026), berikut 5 kesalahan dasar makeup yang perlu dihindari agar wajah tetap terlihat segar dan bercahaya.
1. Mengaplikasikan Makeup pada Kulit yang Dehidrasi
Kulit yang kurang terhidrasi menjadi salah satu faktor yang dapat membuat hasil makeup terlihat kurang maksimal. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit terasa kencang, tampak kasar, atau mengalami pengelupasan pada area tertentu.
Ketika foundation diaplikasikan pada permukaan kulit yang kering dan tidak merata, produk dapat menumpuk di area tertentu sehingga tekstur kulit semakin terlihat. Kondisi ini bisa lebih kentara saat menggunakan foundation berjenis matte atau formula tahan lama yang cenderung menonjolkan bagian kulit yang kering.
Untuk mengatasinya, pastikan kulit mendapatkan hidrasi yang cukup sebelum mulai berdandan. Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit, kemudian berikan waktu agar produk meresap sebelum mengaplikasikan foundation.
Persiapan kulit yang tepat membantu menciptakan permukaan yang lebih nyaman untuk aplikasi makeup. Dengan begitu, foundation dapat terlihat lebih menyatu dan tidak mudah menonjolkan area kulit yang kering.
2. Membiarkan Produk Skincare dan Makeup Saling Berbenturan
Pernah menemukan butiran kecil atau serpihan yang muncul ketika mengaplikasikan primer maupun foundation setelah menggunakan skincare? Fenomena ini dikenal sebagai pilling, yaitu kondisi ketika produk menggumpal atau membentuk serpihan di permukaan kulit.
Pilling dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk penggunaan produk yang terlalu banyak, formula yang kurang cocok satu sama lain, atau produk yang belum cukup meresap sebelum lapisan berikutnya diaplikasikan.
Rutinitas skincare yang terlalu panjang sebelum makeup juga berpotensi membuat lapisan produk menumpuk di kulit. Akibatnya, foundation sulit diratakan dan hasil akhirnya terlihat kurang halus.
Untuk menghindarinya, sederhanakan rutinitas perawatan kulit sebelum berdandan. Gunakan produk yang benar-benar dibutuhkan, aplikasikan secukupnya, dan beri jeda agar setiap lapisan meresap dengan baik.
Primer juga tidak selalu wajib digunakan. Jika ingin memakainya, pilih formula yang sesuai dengan kebutuhan kulit dan foundation yang digunakan. Aplikasikan secara lembut tanpa menggosok kulit terlalu kuat agar lapisan skincare di bawahnya tidak terganggu.
Baca Juga: Beauty Sponge vs Kuas Makeup, Mana yang Lebih Bagus untuk Foundation?
3. Salah Memilih Warna Foundation
Pemilihan warna foundation yang tidak sesuai dapat membuat wajah terlihat pucat, keabu-abuan, terlalu kuning, atau bahkan oranye. Meski tekstur foundation sudah tampak halus, warna yang kurang tepat tetap bisa membuat hasil makeup terlihat tidak alami.
Selain tingkat kecerahan warna, perhatikan pula undertone atau rona dasar kulit. Secara umum, undertone dapat cenderung hangat, dingin, atau netral. Ketidaksesuaian antara undertone kulit dan foundation dapat membuat warna complexion terlihat kurang menyatu dengan kulit asli.
Perbedaan warna yang terlalu mencolok antara wajah dan leher juga bisa membuat hasil makeup terlihat seperti memakai topeng.
Karena itu, sebaiknya uji foundation pada area rahang untuk melihat apakah warnanya menyatu dengan kulit wajah dan leher. Perhatikan hasilnya dalam pencahayaan alami agar warna produk dapat terlihat lebih akurat.
Hindari memilih foundation hanya karena terlihat cerah saat pertama kali diaplikasikan. Warna yang tepat seharusnya membantu meratakan warna kulit tanpa membuat wajah tampak terlalu putih atau kehilangan kesan alaminya.
4. Menggunakan Bedak Secara Berlebihan
Bedak memiliki fungsi penting dalam rutinitas makeup, mulai dari mengurangi kilap, membantu mengunci concealer, hingga menjaga complexion agar lebih tahan lama. Namun, penggunaan yang berlebihan justru dapat membuat wajah terlihat kering, datar, dan kurang bercahaya.
Ketika bedak diaplikasikan terlalu tebal ke seluruh wajah, terutama pada area yang cenderung kering, hasil makeup dapat terlihat berat. Garis halus dan tekstur kulit pun berpotensi semakin terlihat.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih natural, gunakan bedak secukupnya pada area yang memang membutuhkan kontrol minyak, seperti sisi hidung, dahi, dagu, atau bawah mata jika diperlukan.
Anda juga bisa menyesuaikan jenis dan jumlah bedak dengan kondisi kulit. Kulit berminyak mungkin membutuhkan lebih banyak bedak pada area tertentu, sedangkan kulit kering sebaiknya menghindari aplikasi berlapis yang berlebihan.
Ingat, tujuan penggunaan bedak bukan membuat seluruh wajah tampak benar-benar tanpa kilap, melainkan membantu makeup bertahan lebih lama tanpa menghilangkan kesan alami kulit.
5. Salah Menempatkan Blush dan Bronzer
Foundation membantu meratakan warna kulit, tetapi penggunaan complexion secara menyeluruh juga dapat membuat variasi warna dan dimensi alami wajah terlihat berkurang. Akibatnya, wajah tampak datar, pucat, atau kurang segar meski hasil foundation sudah merata.
Untuk mengembalikan kesan hidup pada wajah, penggunaan blush dan bronzer bisa menjadi langkah penting. Blush memberikan rona segar pada pipi, sedangkan bronzer membantu menghadirkan kehangatan dan dimensi pada area wajah tertentu.
Agar hasilnya terlihat alami, pilih warna blush yang sesuai dengan tampilan makeup dan aplikasikan secara bertahap pada area pipi. Hindari penggunaan berlebihan yang membuat warna tampak terlalu kontras dengan complexion.
Sementara itu, bronzer dapat diaplikasikan secara tipis pada area yang ingin diberi kesan hangat, seperti bagian atas dahi, tulang pipi, dan garis rahang. Pastikan produk dibaurkan dengan baik agar tidak meninggalkan garis tegas yang mengganggu tampilan makeup.
Jika ingin menambahkan kesan bercahaya, highlighter juga dapat digunakan pada titik-titik wajah yang ingin ditonjolkan, seperti tulang pipi bagian atas. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan hasil akhir yang diinginkan dan kondisi kulit.
Baca Juga: 5 Kuas Makeup yang Wajib Dimiliki Pemula dan Fungsinya